Keranda Menuntut Balas


Keranda Menuntut Balas

Keranda ini tentu tiada bernilai apapun
Ia hanya potongan bambu dan kain hitam
Tapi roh yang ditanggungkan keranda adalah jiwa manusia yang hidup hari ini dalam diri mereka yang ditinggalkan

Tangis anak-anak itu semakin senyap
Air matanya nyaris kering
Lelehan luka hati semakin kebas
Memoripun semakin menjauh...

Keranda ini diam membisu
Ia tiadalah dapat berbuat apapun, apalagi meraung melawan
Namun, hakekat keranda ini adalah roh yang meminta tanggung jawab kalian semua...

Yaaa... Kalian semua, tiada yang terkecualikan
Sembilan anggota, belasan staf, ratusan penjilat..!!

Dua kali empat puluh hari terlewat,
Tiada tanda simpati, empati, apalagi tanggung jawab
Kalian tetap pongah, tetap merasa benar,
merasa hebat
Kalian malah semakin angkuh di atas kekuasaan secuil yang diberikan Tuhan kepada kalian...

Ingatlah pesan ini:

Sebelum kalian bertobat, meminta maaf kepada keluarga almarhum Muhammad Yusuf, dan meminta ampun kepada Tuhan semesta alam, pemilik nafas yang ada di penghujung tenggorokan kalian, keranda itu akan tetap di sana menuntut tanggung jawab...

MENUNTUT BALAS..!!!

Yaa, kalian semua...

Jakarta, 10 Juni - 29 Agustus 2018
Mengenang Jurnalis Muhammad Yusuf

Penulis adalah: 
Wilson Lalengke Ketua Umum PPWI

No comments

Theme images by johnwoodcock. Powered by Blogger.