Breaking News

Pembangunan Huntara Ciniru Perlu Diawasi Masyarakat, Disinyalir Pekerjaan Asal Jadi

PSC, Kuningan - Pembangunan Hunian sementara (Huntara) bagi warga korban bencana longsor Desa Pinara Kecamatan Ciniru Kab. Kuningan perlu pengawasan elemen masyarakat.

Hunian yang berlokasi di Desa Ciniru itu nampak pembangunan-nya mulai mendekati akhir pekerjaan. Namun, hasil pekerjaan dikeluhkan salah satu warga penerima, pasalnya sinyalemen pekerjaan diduga asal jadi dan indikasinya sangat kuat.


Sarkim, (50), asal Ciporang Desa Pinara mengkhawatirkan kualitas lantai. Menurutnya kekuatan lantai rumah hunian sementara yang terbuat dari bilah bambu membuatnya risau. "Saya tidak tahu anggaranya berapa. Mungkin untuk hunian seperti ini ya pas. Cuman  yang saya khawatirkan adalah lantai yang terbuat dari pelupuh bambu. Saya rasa kekuatan untuk menahan beban penghuni kurang kuat," keluh Sarkim, di unit huntara yang ia terima, Sabtu (12/5), kemarin.

Lanjut Sarkim, "Bahkan saya dengar, informasinya yang pak Wartam di blok yang sebelah sana, sampai terperosok," imbuh Sarkim sambil menujuk blok hunian Wartam.

Untuk menambah kekuatan lantai. Ia mengaku membeli lagi teriplek sebagai pelapis lantai. "Karna takut jeblos, lantai saya lapis lagi dengan teriplek biar kuat," terangnya. Selain masalah lantai. Sarkim yang biasa kerja bangunan menilai beberapa pekerjaan asal. "Sayapun biasa memborong, tapi tetap kerapihan pekerjaan menjadi perioritas," tuturnya. "Inimah engsel pintu dan jendela, tidak rapih penerapan-nya, kelihatan menganga" tambah Sarkim.

Sarkim berharap meski merupakan hunian sementara, kenyamanan dan keamanan tetap diperhatikan. Sayangnya pihak pelaksana pekerjaan tidak bisa diminta keterangan yang gamblang. Tidak adanya direksi kit dan papan informasi kegiatan, menjadi kendala kejelasan informasi pekerjaan.


Sedikit informasi diperoleh dari mandor, Oman. Disarankanya untuk meminta kejelasan dari perwakilan perusahaan. "Temui saja pak Firman dari perusahaan. Saya hanya mengawasi," ucapnya.

Oman yang berasal dari Sindanglaut Kabupaten Cirebon. Mengaku, hanya mengontrol pekerja. Ia mendapat pekerjaan 20 unit rumah. "Saya borong tenaga untuk dua puluh rumah dengan harga dua juta per unitnya. Untuk anggaran keseluruhan saya tidak tahu. Tidak ada direksikit, kami tidur di unit yang sudah jadi," jelas Oman. "Luas unit huntara 5x5. Ada seratusan lebih unit yang dibangun," Fungkasnya. (Baim)

No comments