Empat Wartawan Cirebon Diduga Dianiaya Saat Peliputan Proyek

PSC, Cirebon - Berdasarkan UU Pers No 40 Tahun 1999 BAB VIII KETENTUAN PIDANA. Pasal 18. Setiap orang yang secara melawan hukum dengan sengaja melakukan tindakan yang berakibat menghambat atau menghalangi kerja Pers dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau denda paling banyak Rp. 500.000.000,00 (Lima ratus juta rupiah). 

UU Pers ini sudah jelas dan gamblang tinggal bagaimana aparat penegak hukum menjalankan fungsinya dalam penegakan terhadap hukum Pers jangan sampai pihak hukum membiarkan para insan Pers yang mendapatkan kekerasan baik Fisik maupun non Fisik ketika menjalankan tugas di biarkan.


Kekerasan kepada awak media kerap kali sering tarjadi ketika sedang menjalankan tugasnya, kini menimpa 4 awak media yang diduga mengalami kekerasan fisik dari Oknum pegawai ketika sedang bertugas peliputan di Kab. Cirebon mengenai pekerjaan pembangunan Gapura di Desa Gegunung Kec. Sumber Kab. Cirebon Jawa Barat. adapun kegiatan pekerjaannya Rehabilitas Taman Makam Pahalawan dari Dinas Sosial Kab. Cirebon pagu anggaran sebesar Rp. 1.178.500.000 rupiah yang dikejakan oleh CV INDOVERO.

Menurut Muhidin dirinya ke lokasi berempat dengan rekan-rekan Media lainnya yaitu dari Media Patroli, Media Jurnal Pagi, dan rekan dari Media Lintas Indonesia mendatangi ke lokasi proyek yang berada di Desa Gegunung yang dilokasilan untuk membuat Gapura Makam Pahlawan.

"Saya dan rekan-rekan menemui pihak pelaksana untuk Konfirmasi perihal kegiatan proyek, setelahnya bertemu dengan pihak pelaksana kami  di bawa ke lokasi di samping Balai Desa Gegunung tepat Jam 12:30 Wib hari Sabtu tanggal 19 Mei 2018, setelah selesai konfirmasi dengan pihak pelaksana  kami berempat keluar dari gerbang Balai Desa tiba-tiba diserang oleh di duga sebagai Mandor dengan membawa pekerja dan mebawa diduga beberapa preman untuk menyerang kami." Ucap Muhidin selaku Wartawan dari Media Lintas.

Lanjut Muhidin, "saya keluar dihadang di ancam yang di duga sebagai Mandor pekerja supaya tidak mengganggu pekerjaannya namun saya  mengabaikannya, lalu saya di pukul dari belakang dan di lempar pakai Batu sebesar Kepala Bayi, batu itu mengenai tengki Motor sebelah kanan dan mengenai Kaki saya, lalu saya dan rekan- rekan wartawan lainya pergi meninggalkan sekelompok masa kurang lebih 10 orang dengan tanpa perlawanan dari pihak kami, akhirnya saya dan rekan-rekan menuju ke Polsek Sumber untuk melaporkan tentang kejadian itu," jelas Muhidin kepada awak media


Kejadian ini mendapat kecaman dari Sudyo SH.MH salah-satu penanggung jawab bagian Hukum di Media Lintas Indonesia, pihaknya sangat menyayangan atas tindakan dari sejumlah pekerja, "Jelas pihak CV INDOVERO harus bertanggung jawab secara Hukum karena pekerjanya telah melakukan tindakan kekerasan terhadap bebarapa Awak Media dan kejadian ini akan di tindak lanjuti secara hukum yang berlaku," tegas Sudyo

Pihaknya juga meminta kepada aparat kepolisin Kabupaten Cirebon Khususnya Polsek Sumber untuk mengusust tuntas pelaku kekerasan terhadap 4 Wartawan ini, "jangan biarkan keadilan hukum Pers hilang usut dengan serius jangan pandang bulu jangan biarakan pelaku kejahatan berkeliaran," pinta Sudyo

Dengan kejadian intimidasi kepada Wartawan oleh Oknum pekerja CV INDOVERO, pekerjaan proyeknya patut di curigai, "kalau memang tidak ada masalah kenapa harus takut kepada awak media hal ini menjadi dugaan kuat bahwa pekerjaan pembuatan Gapura diduga banyak masalah Korupsi," fungkas Sudyo. (Dede S/Red)

No comments:

Post a Comment