Uang Registrasi Calon Peminjam Diduga Digelapkan

Pewartasemesta.com, Cirebon - Pinjam-meminjam di masyarakat luas sudah menjadi sesuatu yang lumrah. Peminjam dan yang meminjamkan, seperti bank, koperasi, atau badan keuangan lainnya, saling membutuhkan dan menguntungkan.

Namun, tidak jarang dalam pinjam-meminjam terjadi hal yang tidak diinginkan, ada pihak yang dirugikan. Hal yang tidak menyenangkan itu terjadi seperti yang dialami seorang ibu rumah tangga berinisial YH (46). Ibu yang nyambi bekerja sebagai mediator jasa peminjaman koperasi ini menceritakan bahwa dirinya merasa dirugikan oleh seseorang berinisial AN, bendahara salah satu koperasi di Cirebon, saat akan meminjam uang ke koperasi itu.


Diceritakan YH bahwa untuk mendapatkan pinjaman dari koperasi, mereka harus menyetorkan uang registrasi. beberapa calon nasabah menyetorkan uang registrasi dimaksud kepada ibu AN melalui YH.  Setoran dilakukan secara bertahap, yakni tahap pertama sebesar Rp. 1.5 juta, tahap kedua Rp. 450 ribu, dan tahap ketiga sebesar Rp. 2 juta. Saat transaksi penyetoran uang tersebut disaksikan oleh beberapa orang, antara lain Ibu Heni dan Pak Hendrik, juga saksi lainnya. "Saya menyetorkan uang registrasi totalnya Rp. 3.9 juta, pada bulan Oktober 2017 lalu. Ada saksinya kok, Ibu Heni dan Pak Hendrik," kata YH. 16/12/2017

Dari penuturan narasumber lainnya, diduga ada beberapa korban lainnya yang dirugikan oknum bendahara koperasi yang berkedudukan di Cirebon ini, antara lain RS Rp. 3,4 juta HR sebesar Rp. 200 ribu, IM Rp. 700 ribu, SR Rp. 500 ribu, dan YN Rp. 400 ribu. Khabarnya, yang paling banyak setorannya para calon nasabah dari daerah Cikampek mencapai puluhan juta, disetorkan semua kepada AN.

"Seharusnya anggaran itu buat biaya registrasi pinjaman ke salah satu koperasi. Namun diduga digunakan untuk kepentingan pribadi dan operasional lainnya. Padahal, sepengetahuan calon nasabah uang itu diperuntukkan buat biaya registrasi," imbuh YH kesal.

Pak YN diduga salah-satu korban penipuan menjelaskan, masyarakat Kec. Cikampek Kab. Karawang kurang lebih 460 orang dikali Rp. 200 ribu perorang untuk mendapatkan kredit tanpa jaminan, dan uangnya tidak tau dimana sekarang semuanya sisetorkan ke ibu AN, jelasnya. 

Hal senada diungkapkan diduga korban penipuan yang lainnya ibu RS asal Cirebon, "tinggal kumpulkan saja korban-korban lainnya yang sudah Registrasi berikut saya, karena saya juga tertipu Rp. 3,4 juta" ucapnya. 

Pak IM diduga salah satu korban juga asal Cirebon yang tertipu Rp. 700 ribu "tidak menyangka dikira amanah taunya beginih" keluhnya. 

Ketika dikonfirmasi melalui telepon dan pesan singkat (SMS), hingga berita ini diturunkan AN belum memberikan jawaban maupun komentarnya.

Di tempat terpisah, salah satu tokoh aktivis masyarakat, Iyan, SH menyarankan agar para korban membuat laporan polisi atas dugaan penggelapan uang mereka oleh oknum AN. "Dilaporkan saja ke aparat kepolisian agar bisa diproses secara hukum yang berlaku. AN ini kapasitasnya apa di koperasinya, dan koperasi mana dia bekerja. Kumpulkan semua korban yang diduga telah ditipu oleh AN, buat laporan ke polisi, sertakan alat bukti dan saksi," ujar Iyan. (Red)

Posting Komentar

0 Komentar