Penegak Hukum Diminta Atensi Pembangunan TPT Di Desa Maleber Diduga Ada Mark Up

Pewartasemesta.com, Kuningan 

Pembangunan TPT diblok Pasir Angin Desa Maleber Kecamatan Maleber Kab. Kuningan, menurut Korlap LSM Penjara Indonesia Kabupaten Kuningan U Djenggo. Pantas mendapat atensi kejaksaan pasalnya berdasarkan hitung riil pekerjaan, potensi kelebihan anggaran sangat nampak. Menurut hitungan-nya potensi kemahalan pekerjaan bisa mencapai 50 juta. "Ini berdasar rumus hitung pekerjaan, panjang 700 Meter, lebar bawah 40 Cm, lebar atas 30 Cm dengan tinggi 70 Cm pasangan atas 50 Cm dan pondasi 20 Cm,  untuk pondasi berdasarkan hasil tinjauan dilapangan diperkirakan hanya kedalaman 10 Cm, patut diduga terjadi pengurangan volume pekerjaan sehingga anggaran Rp. 120  Juta rupiah yang teralokasikan untuk pekerjaan TPT kurang lebih sebesar Rp. 50 Juta rupiah  kelebihanya,"  Ungkap U Djenggo pada media ini


Hasil hitung tersebut dikatakan Djenggo, berdasar hitung kebutuhan material. Dimana untuk ukuran panjang TPT berikut tinggi dan lebarnya itu estimasinya akan menghabiskan 122 kubik pasir dan batu, 366 sak semen. "Jika dikalikan kebutuhan anggaran maka untuk batu dan pasir akan menelan anggaran sebesar 24 juta 4 ratus ribu rupiah. Ditambah material semen sebesar 18 juta 300 ribu. Maka kebutuhan anggaran untuk material hanya sebesar 42 juta 700 ribu rupiah," hitungnya.

"Jikapun kebutuhan material ditambah upah kerja. Potensi kelebihan anggaran masih sangat besar, " jelasnya.

Kosidin Kasi Ekbang 

Sementara itu Kasi Ekonomi dan Pembangunan Desa Maleber, Kosidin yang ditemui di kantornya membenarkan hasil hitung yang dilakukan Djenggo. Menurutnya, Ia masih banyak belajar. "Saya baru dua tahun menjabat ekbang, dulu saya di kepala dusun. Terima kasih atas masukanya," ucap Kosidin, Rabu (13/12).

Dijelaskannya, pembangunan TPT Pasir Angin medapat pagu anggaran sebesar 120 juta untuk panjang 700 meter, tinggi 70 cm, lebar bawah 30 cm dan lebar atas 25 cm. "Kami bekerja ada pendamping. Jika ada lebih mungkin penambahan volume," ujarnya. 

[Baim]

Posting Komentar

0 Komentar