LSM Penjara Geruduk Kantor BPN Majalengka

Pewartasemesta.com, Majalengka - Setelah sekian lama bergulir isu tidak sedap tentang dugaan pungutan liar program sertifikat massal dengan nama Prona lalu diganti PTSL di BPN Kabupaten Majalengka. Akhirnya kantor pertanahan tersebut digeruduk LSM Penjara, Selasa (12/12).


Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) itu menyuarakan uneg uneg masyarakat yang merasa terbodohi oleh program keabsahan hak atas tanah yang sedianya nol rupiah, malah disinyalir menjadi ajang cari untung oknum yang tidak bertanggungjawab yang diduga secara masif dan sistematis dilakukan oleh tatanan pemerintah paling bawah hingga BPN, yang melakukan pembiaran pungutan terjadi.

Dalam Orasinya, orator LSM Penjara Kabupaten Majalengka mengecam keras terjadinya pungutan atas program yang seharusnya bisa dinikmati masyarakat tidak mampu tanpa terbebani biaya. "Kami merasa kecewa dan mengutuk keras terhadap oknum oknum yang mengambil keuntungan dari program yang seharusnya geratis," ucap orator berapi api dihadapan ratusan anggota LSM Penjara yang melakukan demo.

"Anda sebagai pelayan masyarakat sudah semestinya tidak mengambil keuntungan dengan mengatasnamakan program. Tidak transparan, dan arogan pada masyarakat yang menanyakan keterbukaan," cecar orator.


Sebelumnya sempat terjadi ketegangan antara pendemo dengan pihak kantor BPN. Pendemo yang kesulitan masuk, terus merangsek meski dijaga puluhan aparat kepolisian Polres Majalengka. Namun, ketegangan akhirnya bisa mencair begitu kepala kantor BPN beserta unsur pimpinan bersedia berdialog dengan para pimpinan pendemo.

Menurut keterangan salah satu pendemo U Hermawan. Aspirasi terbuka dilindungi undang undang dan bagian daripada demokrasi, seyogyanya hal ini menjadi bahan evaluasi dari pejabat yang berwenang. "Kalaulah memang program itu bisa geratis kenapa tidak. Bersikaplah transfaran, jangan mencari keuntungan diatas ketidak tahuan masyarakat," ucapnya.

"Dan inipun bisajadi tidak hanya terjadi di Majalengka. Karena programya me-nasional, maka tidak menutup kemungkinan terjadi di Kabupaten Kuningan, Cirebon maupun daerah lain. Jika terjadi seperti ini, kami LSM Penjara bersama masyarakat siap untuk memberikan teguran secara terbuka," ulasnya. [Baim]

Posting Komentar

0 Komentar