Kapolres Blora Bersama Ibu Kunjungi Penderita Hidrosepalus


Pewartasemesta.com, Blora - Anggota Polres dan Bhayangkari Blora mengunjungi bocah penderita hidrosepalus, di Desa Pengkolrejo, Kecamatan Japah, Blora, Jumat (08/12/2017).

Kunjungan tersebut dipimpin Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H didampingi Ketua Bhayangkari Blora Ny. Puteri Saptono. Usai mendapat perawatan di rumah sakit dokter Sardjito Yogyakarta beberapa waktu lalu, kondisi balita Yemima Fara Natalia (2) tak kunjung membaik. Kondisi kepala Yemima masih membesar karena cairan yang ada di kepalanya.


Masih dalan kegiatan yang sama melalui program Safari Jumat Berkah Polres Blora. Kapolres bersama rombongan menyambangi kediaman orang tua bayi penderita hydrocepalus Yemima Fara Natalia di Desa Pengkolrejo tersebut. Kedatangan rombongan pejabat Polres Blora yang dipimpin langsung Kapolres AKBP Saptono ini, untuk memberikan bantuan kepada orang tua bayi Yemima.

Menurut AKBP Saptono, kondisi bayi Yemima tidak hanya butuh perhatian dari pemerintah Kabupaten Blora saja melainkan juga dari semua lapisan masyarakat. Melalui program Safari Jumat ini, Polres Blora merasa ikut terpanggil untuk berbagi serta memberi kekuatan moril maupun spiritual kepada orang tua Yemima.

"Program Safari Jumat ini memang untuk warga kurang mampu, selain itu masyarakat yang sakit, korban bencana juga perlu perhatian", ungkapnya.


Anggaran Safari Jumat Polres Blora menurut Kapolres, diambil dari potongan zakat profesi masing-masing anggota Polres Blora setiap bulannya.

"Anggarannya diambil 2,5 persen dari zakat profesi anggota Polres Blora, untuk disalurkan bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” terangnya.

Program Safari Jumat Berkah Polres Blora ini juga sudah dilaksanakan di semua Polsek-Polsek jajaran Polres Blora. Program ini sebagai bentuk perhatian Kepolisian Polres Blora terhadap warga kurang mampu di Kabupaten Blora.

Ibu bayi Yemima, Rahayu Widasari (22) mengungkapkan jika anak satu-satunya tersebut kemungkinan, sangat kecil bisa disembuhkan.

"Saya juga tidak tahu lagi, karena semua dokter di rumah sakit, baik di Semarang, Solo dan Jogja bilang tidak bisa dioperasi lagi,” katanya.

Suami Rahayu Widasari, bernama Partono (30) yang berprofesi sebagai karyawan toko bangunan pendapatanya hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sehingga untuk biaya operasi yang notabennya memerlukan biaya besar dirasa tidak mampu.

Melalui kegiatan ini, Polres Blora akan berusaha untuk memperjuangkan bayi Yemmima agar bisa dioperasi dengan biaya gratis dengan mengajukannya ke Dinas Kesehatan dan pemeritah Kabupaten Blora.

“Terimakasih Bapak Kapolres dan Ibu telah mengunjungi kami, semoga kebaikan bapak dan ibu dibalas berlipat ganda oleh Allah SWT,” ujar Rahayu Widasari sambil berkaca-kaca. (BLR/Red)

Posting Komentar

0 Komentar