Bantuan Pembangunan Lapangan Volly Di Desa Pakembangan Diduga Semau Gue


Kuningan, Pewartasemesta.com

Bantuan pembangunan lapang volly sebesar Rp. 100 Juta rupiah yang diterima Desa Pakembangan Kecamatan Mandirancan dalam penerapanya diduga terkesan semau gue kepala desa. Bahkan terindikasi material tiang jaring tidak sesuai spek. Tiang jaring pengaman yang sesuai standar adalah besi galvanis anti karat. Namun yang digunakan Desa Pakembangan adalah besi pipa biasa yang rentan karat.

Kasi ekonomi dan pembangunan Desa Pakembangan, Dede, membenarkan desanya menerima bantuan lapang volly dari kementerian olahraga, dan lokasinya didepan kantor pemerintahan desa. "Iya saya sebagai ketua tertulisnyamah. Nanti sama kepala desa keterangan lebih jelas, biar saya hubungi," ujar kasi ekbang di kantornya, Kamis (30/11).


Ditempat yang sama, Jaenudin, Kepala Desa (Kades) Pakembangan malah membandingkan pekerjaan-nya dengan penerima bantuan yang lain. Menurutnya, pekerjaan desa yang lain lebih ringan. "Kalau Desa penerima bantuan lapang yang lain lebih ringan pekerjaanya," ujar Jaenudin.

Dikatakan, jika hanya lapang volly tentunya anggaran pasti lebih. Namun pekerjaan ada pengurugan, pengerukan dan pemadatan.

"Luas lapang 860 meter persegi, mulai pekerjaan bulan November. Kami rada telat dibanding dengan yang lain dikarenakan pekerjaan yang lain lebih ringan," cetusnya.

Terkait gambar pekerjaan dan papan kegiatan dikatakan kades tidak ada. "Untuk gambar pekerjaan tidak ada, hanya gambar lapang saja. Tidak ada spek tiang jaring, hanya ukuran besi 2 in. Begitupun papan kegiatan tidak ada," ucapnya angkuh dan sinis sambil ngeloyor pergi.

Jaenudin, Kepala Desa Pakembangan
Kesan pekerjaan semau gue kepala desa Pakembangan ditanggapi serius satgas LSM Penjara, U Hermawan. Menurutnya pekerjaan pemerintah semestinya ada acuan-nya, semisal gambar dan rencana anggaran biaya.

"Kalau semau gue ya gak boleh. Spek dan tekhnis pekerjaan tentunya memiliki acuan. Apalagi sampai spek berbeda dengan penerima bantuan yang lain, mengacunya kemana kalau begitu," heran Hermawan.

(Baim)

Posting Komentar

0 Komentar