Pewarta Semesta

BREAKING NEWS

loading...

Post Top Ad

Sunday, July 21, 2019

Majalengka Exotic Sundaland

July 21, 2019 0
PSC. Majalengka - Dengan proses diskusi yang sangat panjang dalam Worshop City Branding. Pada hari kedua (Minggu, 21/7/2019) yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Argapura, disepakati bersama untuk City Branding Majalengka yakni "Majalengka Exotic Sundaland"

Kata Exotic karena Majalengka banyak memiliki Keindahan Alam, Seni Budaya, Komunitas, Haritage, UKM, Makanan, Kerajinan, Sejarah serta orang-orangnya  ramah kreatif serta banyak potensi lainnya yang dimiliki oleh Majalengka. Sehingga jika dipadukan semuanya menjadi sangat Exotic.


Sedangkan kata Sundaland maksudnya Majalengka ini merupakan bagian dari wilayah sundaland. Sundaland (juga disebut Wilayah Sunda) adalah suatu wilayah biogeografis di Asia Tenggara yang juga mengacu kepada sebuah daratan yang lebih luas yang pernah ada selama 2,6 juta tahun ketika permukaan air laut lebih rendah (zaman es). Wilayahnya mencakup Semenanjung Malaya di daratan Asia, serta pulau-pulau besar seperti Kalimantan, Jawa, dan Sumatra, ditambah pulau-pulau di sekitarnya. 

Tim Kabupaten Kota (KaTa) Kreatif  Ramalis Sobandi menjelaskan, Peserta yang hadir dari unsur pemerintahan, akademisi, bisnis, komunitas, media dan insan peduli lainnya bersepakat untuk bersama-sama mengangkat City Branding tersebut dalam semua aktivitas, kreatifitas dan promosi yang dilakukan oleh mereka.

"Insya Allah besok (hari ini/red*), pelaksanaan workshopnya akan dilaksanakan di Pendopo Majalengka, peserta akan memaparkan hasil workshop tersebut dihadapan pemangku kebijakan," kata dirinya (Minggu, 21/7/2019)

Mulai proses brand, indentity dan logo sudah dilakukan,  tinggal langkah selanjutnya berada di tangan Pemangku Kabijakan apakah kalimat tersebut disepakati atau tidak, serta pembuatan regulasi dan penganggaran untuk menyukseskan City Branding "Majalengka Exotic Sundaland",  

Penulis: Redaksi/Ato
Read More

Wednesday, July 17, 2019

Lagi dan Lagi Pemkab Kuningan Diguyur Penghargaan

July 17, 2019 0
PSC. Kuningan - Lagi dan lagi Pemerintah Kabupaten Kuningan  meraih penghargaan. Kali ini, anugrah Penghargaan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Kementerian Dalam Negeri yang berhasil diraih. Parasamya Purnakarya Nugraha diberikan kepada institusi atau lembaga atas upaya yang sempurna dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat.


Pemerintah Kabupaten Kuningan menerima anugrah penghargaan itu, karena sebelumnya telah berhasil meraih penghargaan kinerja tertinggi nasional selama tiga tahun berturut-turut, tahun 2016, 2017, dan tahun 2018, kemudian penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha, dan berhak mendapatkan Parasamya Purnakarya Nugraha dari Presiden Republik Indonesia sebagai penghargaan tertinggi dibidang pembangunan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di Jakarta Convention Centre (JCC), Rabu, 17 Juli 2019.

Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK), memberi selamat kepada Kepala Daerah yang berhasil mendapat penghargaan. Ia mengatakan, penghargaan adalah suatu hal yang penting sebagai apresiasi atas prestasi yang dicapai. "Juga sebagai contoh bagi para pejabat lain-nya, untuk turut berprestasi," ucapnya.


Selain Pemerintah Kabupaten Kuningan, sebagai satu-satunya wakil Provinsi Jawa Barat yang menerima penghargaan. JK juga memberi selamat kepada pemerintah Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Pemerintah Kota Makassar, Sulawesi Selatan, serta Pemerintah Kota Gorontalo.

"Penghargaan dan tanda kehormatan diberikan dalam rangka mengapresiasi kinerja Pemda dan praktik tata kelola pemerintahan yang baik, yang sejalan dengan platform tata kelola pelayanan publik dalam penyelenggaraan urusan pemerintahan yang diukur melalui hasil Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah," imbuh JK.

Bupati Kuningan H. Acep Purnama, SH MH yang menerima langsung penghargaan merasa bersyukur atas anugrah yang diraih. Ia  berterima kasih kepada masyarakat serta para ASN di Kabupaten Kuningan.

"Saya nyatakan penghargaan ini adalah prestasi bersama. Saya persembahkan untuk semua masyarakat Kabupaten Kuningan serta semua stakeholder pembangunan," ungkap Acep.


Menurutnya, untuk Provinsi Jawa Barat baru Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kabupaten Kuningan yang telah berhasil mendapat penghargaan tertinggi ini.

"Ini menjadi sebuah kebangga-an. Hadiah tertinggi dari Presiden dalam prestasi pembangunan ini, menjadi kado terindah pada masa jabatan saya yang kedua bersama Wakil Bupati M. Ridho Suganda," sambungnya.

Acep mengatakan, penghargaan yang diraihnya merupakan sebuah tanggung jawab yang sangat besar mengingat di masa jabatan yang kedua ini harus terus mempertahankannya bahkan meningkatkan kearah yang lebih baik sehingga tujuan pembangunan untuk mensejahterkan masyarakat Kabupaten Kuningan dapat terwujud melalui Visi “Maju” Ma’mur, Agamis dan Pinunjul berbasis desa tahun 2023.

“Saya mengingatkan. Bagaimana upaya kita mempertahankan predikat penghargaan seperti ini untuk memberikan realisasi pelayanan  kepada masyarakat secara nyata. Insyaallah kami tidak main-main, kami buktikan penghargaan yang kami terima ini sesuai dengan situasi dan kondisi terkait pelayanan kami kepada masyarakat,” ucapnya.


Acep menyadari apa yang dilakukan-nya masih jauh dari sempurna. Juga, masih banyak yang harus dikerjakan dan dibenahi.

"Ini menjadi tantangan bagi kami. Penghargaan ini akan selalu kami jadikan motivasi. Kami harus bersiap-siap untuk beradaptasi dengan situasi dan kondisi terkait dengan bagaimana kita ingin mengajak peran pemerintahan secara baik, cerdas, efektif dan efisien, tepat guna, berhasil guna dan berdaya guna," tuturnya.

"Tidak lupa, saya mengajak masyarakat untuk mempunyai rasa memiliki, dan turut berperanserta dalam membangun Kabupaten Kuningan," ajaknya. (Baim)
Read More

Tuesday, July 16, 2019

Senator DPD RI Fachrul Razi Laporkan Denny Siregar ke Mabes Polri

July 16, 2019 0
PSC. Jakarta - Senator DPD RI asal Aceh H. Fachrul Razi, MIP dalam pernyataan resminya hari ini, Selasa, 16 Juli 2019, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk melaporkan Denny Siregar ke Bareskrim terkait hinaan terhadap masyarakat Aceh melalui video yang diunggah oleh Cokro TV. Pelaporan ke Polisi oleh Fachrul juga dilakukan bersama Juru Bicara Partai Aceh, Muhammad Saleh, dan Tokoh Masyarakat Aceh di Jakarta, Fahmi Mada. Fachrul dan kawan-kawan menilai bahwa konten video Denny Siregar yang diunggah oleh Cokro TV di situs berbagi video Youtube telah merendahkan harkat dan martabat rakyat, ulama dan Islam di Aceh.


Sebagaimana viral diberitakan sebelumnya, Senator DPD RI asal Aceh Fachrul Razi mengatakan bahwa pernyataan Denny telah merendahkan harga diri Aceh serta merupakan tindakan pidana penyebaran kebencian terhadap Aceh dan Islam di Aceh. “Saya mengecam keras pernyataan-pernyataan tendensius dan fitnah yang dilakukan oleh Denny yang divideokan dan disebarluaskan kepada publik terkait wacana pelegalan poligami di Aceh," katanya kepada wartawan, Selasa (16/7).

Fachrul Razi mengatakan bahwa perbuatan Denny merupakan perbuatan yang dilarang dalam Pasal 28 ayat (2) Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) sebagaimana yang telah diubah oleh Undang-Undang nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, yakni dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antar-golongan (SARA).

Fachrul Razi mengatakan bahwa mengacu pada Pasal 156 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), Denny dianggap melakukan tindakan yang menimbulkan rasa kebencian dan permusuhan. “Jelas dalam video tersebut dirinya menyatakan perasaan permusuhan, kebencian atau penghinaan terhadap satu atau beberapa golongan rakyat Indonesia. Ancaman hukuman maksimal 4 tahun Penjara,” tegas Fachrul.

Menurut Fachrul Razi, Denny juga terindikasi mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan agama, dan menghasut orang agar tidak menganut agama apapun. “Penghinaan Denny terhadap Syariat Islam di Aceh dan Ulama dapat dikenai hukuman yang lebih berat, yakni penjara maksimal 5 tahun,” jelas Fachrul.

Hal itu disampaikannya merespon beredarnya video yang berisi pernyataan ulasan Denny atas rencana pelegalan poligami di Aceh. Seperti diketahui bahwa dalam beberapa hari terakhir, kolumnis partisan Denny Siregar mengeluarkan video berisi sindiran dan cemoohan terhadap pemimpin dan masyarakat Aceh terkait wacana yang sedang hangat, yakni rencana penyusunan qanun (peraturan daerah) tentang Hukum Keluarga. 

“Silahkan saja berekspresi dan menyampaikan pendapat atau masukan tentang Aceh, secara demokratis kita terima tapi tidak dengan menyudutkan Aceh, Ulama dan Islam di Aceh dengan cara-cara brutal, tendensius dan menyinggung perasaan masyarakat Aceh,” tegas Fachrul.

Dirinya menyesalkan jika ada oknum yang selalu menjelekkan Aceh. “Kalau tidak paham dengan 'orang Aceh' yang memiliki budaya dan Islam yang kuat, sebaiknya pelajari dulu tentang Aceh, bukannya menuding Aceh dengan tuduhan tendensius," tegas Fachrul.

Sementara itu, Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, sangat menyayangkan jika akhirnya banyak warga yang harus berurusan dengan hukum karena kebebasan berekspresi yang mereka lakukan. “Sebagai promotor dan penganjur jurnalisme warga, dengan memberikan kesempatan kepada semua warga menyampaikan isi hati, buah pikiran dan pandangannya tentang berbagai hal di sekitarnya, saya sangat prihatin dan menyesalkan kejadian-kejadian yang mengantarkan warga ke jeruji besi karena kebebasan berpendapat itu,” jelas Alumni PPRA-48 Lemhannas RI tahun 2012 ini.

Menurutnya, berdasarkan pasal 28F UUD 1945, setiap warga negara dijamin hak azasinya dalam menyampaikan buah pikiran dan gagasan bagi pengembangan dan pembangunan diri, keluarga, dan masyarakatnya. Namun, sayang sekali, jaminan UUD itu tidak linear dengan kemampuan menyampaikan pendapat kebanyakan rakyat di negeri ini. “Contohnya yaa Deni Siregar itu. Haknya dijamin UUD, tapi kemampuannya menyampaikan pemikiran kritisnya justru merusak tatanan dan harmoni yang sudah tercipta di masyarakat. Menurut saya, Deni Siregar sedang cari bahan gorengan alternatif ketika fenomena cebong-kampret sudah tidak boleh lagi dijadikan bahan gunjingan dia,” imbuh jebolan pascasarjana Global Ethics dari Birmingham University, Inggris, ini.

Oleh karena itu, terkait dengan upaya Senator Fachrul Razi melaporkan Deni ke polisi, Wilson mendukung langkah tersebut, sebagai sebuah koreksi atas perilaku ‘menyimpang’ sang penulis partisan dan/atau diduga bayaran yang bersangkutan. “Tetapi, saya lebih senang apabila Denny Siregar segera menyadari kesalahannya dan menyampaikan permohonan maaf serta melakukan pendekatan kekeluargaan kepada masyarakat Aceh yang merasa tersakiti atas pernyataan dan hinaan dia itu,” ujar tokoh pers nasional yang getol membela wartawan dan pewarta warga itu.

Wilson Lalengke yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Keluarga Alumni Program Persahabatan Indonesia Jepang Abad 21 (Kappija-21) itu menghimbau setiap pewarta warga dan masyarakat umum untuk senantiasa meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapat agar kontribusi kita yang disampaikan di media massa dan media sosial serta berbagai saluran lainnya bermanfaat bagi masyarakat. “Saya sangat menganjurkan agar setiap orang terus-menerus belajar, meningkatkan kemampuan mengemukakan pendapatnya. Ada tiga prinsip yang harus kita pegang dalam berjurnalisme-warga, yakni 3K: Kebenaran, Kebermaknaan, Kebermanfaatan,” pungkas Wilson Lalengke. (APL/Red)
Read More

Monday, July 15, 2019

Bupati Kuningan Dukung Pelurusan Arah Kiblat

July 15, 2019 0
PSC. Kuningan - Bupati Kuningan Acep Purnama SH MH, menyambut baik dan mendukung upaya Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, atas gagasan-nya meluruskan kembali arah kiblat di Kompleks Pemakaman Pangeran Aria Kamuning, yang lebih dikenal dengan Astana Gede, di Cipicung Kelurahan Kecamatan Kuningan.


Menurut Bupati, pelurusan arah kiblat merupakan upaya yang didasari kepedulian dan kewajiban sesama umat muslim, yang didukung oleh ilmu pengetahuan, yang dilaksanakan oleh Kemenag Kuningan.

"Saya berharap program ini tidak berhenti sampai di sini, karena masih ada pemakaman lain yang arah kiblatnya harus diluruskan," kata Bupati Acep, Senin (15/7/2019).

Ketua Penyelenggara, KH Aam Aminudin, berharap program perubahan itu bisa memberikan rasa aman masyarakat sekaligus mendorong pemerintah memberikan perhatian penuh arah kiblat makam dengan membubuhkan arah kiblat dimakam atau prasasti arah kiblat sehingga masyarakat tidak lagi dibingungkan dengan arah kiblat ketika akan menguburkan jenazah.

"Ini untuk mengatasi masalah yang dijadikan area perubahan, bertujuan untuk mengoptimalkan pengukuran arah kiblat makam yang ada di Kabupaten Kuningan," kata Aam Aminudin.

Ia menjelaskan, out put program perubahan  itu adalah adanya database yang lengkap dan akurat terkait informasi keberadaan pemakaman yang belum benar arah kiblatnya.

Dengan database yang lengkap, maka pengukuran arah kiblat makam lebih akurat sehingga memberi kemudahan dalam menentukan arah kiblat makam.

Hadir dalam peresmian, Kepala Kementrian Agama Kabupaten Kuningan DR H Hanif Hanafi MSI, Kepala Bagian Kesra Toni Kusumanto AP MSi, Kepala Bagian Humas Setda DR Wahyu Hidayah MSi, Ketua Baznas H Encu Sukat serta tamu undangan lainnya. (Baim)
Read More

Sunday, July 14, 2019

Cantik Dan Unik, Lukisan Jalan Gang Di Desa Cikaso Menarik Untuk Lokasi Selfi

July 14, 2019 0
PSC. Kuningan - Ide dan kreatifitas menyatu menjadi sesuatu yang indah. Itulah yang tergambar pada lukisan mural yang ada di Desa Cikaso Kecamatan Kramatmulya Kabupaten Kuningan.



Lukisan indah terlihat menghiasi jalan gang rumah warga di Dusun Wage RT 11 RW 4. Rumah-rumah warga yang dipisah oleh jalan gang yang dilukis, terlihat menghadirkan nuansa bening bagi yang memandang.

Air yang tampak mengalir dengan bebatuan yang timbul, dihiasi ikan koi yang cantik, menampilkan keindahan yang terkesan alami.

Menurut ketua RT 11, Sodik, konsep melukis jalan dengan ornamen-ornamen air, batu dan ikan, terinspirasi dari tren berfoto selfi. "Idenya sih timbul saat bareng-bareng ngobrol. Awalnya kita aplikasikan lukisan 3 dimensi itu di dinding rumah warga. Kemudian muncul pemikiran untuk melukis jalan gang," terang Sodik, yang diamini warganya di lokasi pekerjaan, Minggu (14/7/2019).



Dikatakan-nya, bahan untuk melukis dan pengerjaan-nya dilakukan warga sekitar. "Semua biaya untuk cat, kuas sampai pengerjaan kami lakukan bersama-sama warga," sambungnya.

"Kami buat seperti ini dahulu. Nanti, kalau sudah ada biaya, kami tambah ornamen-ornamen lain yang bisa mempercantik foto selfi," imbuh Sodik.

Jadi, bagi anda yang gemar berfoto selfi. Tentunya, yang ada di RT 11 RW 04 Desa Cikaso, bisa menarik anda untuk berselfi ria. Silahkan saja datang kesana. (Baim)
Read More

Post Top Ad

loading...